Salman al-Farisi adalah ilmuwan muslim yang pertama kali menciptakan strategi perang kanal, dan meriam pelontar/tank.
Wednesday, December 2, 2020
3. Banu Musa
Banu Musa bersaudara (abad ke 9) merupakan anak dari Musa ibnu Shakir al-Munajjim yang berasal dari Baghdad. Ketiga bersaudara ini memiliki kemampuan di bidang yang berbeda-beda, Muhammad ahli di bidang astronomi dan geometri, Ahmad lebih menguasai mekanika, sedangkan si bungsu Hasan menguasai geometri. Ayah mereka merupakan teman dekat Al-Ma’mun (anak Khalifah Harun al-Rashid). Dan ketika ayahnya meninggal maka ketiganya diasuh oleh Al-Ma’mun. Mereka mendapatkan pendidikan yang bagus di Baghdad, dan mempelajari geometri, mekanika, musik, matematika dan astronomi.
Banu Musa bersaudara merupakan pengarang buku Al-Hiyal (Buku Alat-alat Pintar) yang berisikan 100 macam mesin seperti pengisi tangki air otomatis, kincir air dan sistem kanal bawah tanah (sekarang yang terkenal Belanda), teknik pengolahan logam, tambang, lampu tambang, teknik survei dan pembuatan tambang bawah tanah.
2. Taqiuddin
Taqiuddin (wafat pada tahun 1565 M), dikenal sebagai ilmuwan muslim yang merintis jam mekanis pertama dan alarmnya yang digerakkan dengan pegas.
Tuesday, December 1, 2020
1. Tsabit bin Qurrah
Abu’l Hasan Tsabit bin Qurrah bin Marwan al-Sabi al-Harrani atau yang lebih dikenal dengan Tsabit bin Qurrah atau Thebit (wafat pada tahun 901 M) merupakan seorang astronom dan matematikawan Arab. Tsabit lahir di kota Harran, Turki dan pernah menempuh pendidikan di Baitul Hikmah, Baghdad. Ia menerjemahkan buku Euclid yang berjudul Elements dan buku Ptolemy yang berjudul Geograpia. Ia adalah seorang ilmuwan muslim pertama yang menemukan teori tentang getaran/trepidasi.
19. Al-Tughra’i
Mu'ayyad al-Din Abu Isma‘il al-Husayn ibnu Ali al-Tughra'i (1061-1121 M) adalah seorang kimiawan dari Persia pada abad ke 11. Mu'ayyad al-Din al-Tughra'i, lahir di Isfahan pada tahun 1061 M, dan merupakan seorang fisikawan sekaligus kimiawan terkemuka, seorang pujangga, serta menjabat sebagai sekretaris administratif di pemerintahan dan karena itulah ia mendapatkan julukan Tughra'i. Ia pada akhirnya menjadi pejabat paling senior kedua setelah Vizier, di bidang administrasi sipil pada masa pemerintahan Seljuki.
Semasa hidupnya, Al-Tughra’i adalah seorang penulis yang terkenal dan cukup produktif, terutama pada bidang astrologi dan kimia, dan banyak diantara puisinya (diwan) yang masih ada hingga sekarang. Dalam bidang kimia, Al-Tughra'i sangat dikenal karena menulis ikhtisar berjudul Mafatih al-Rahmah wa-masabih al-Hikmah, yang mencakup secara luas kutipan dari tulisan-tulisan awal mengenai kimia Arab, dan juga terjemahan Arab dari risalah-risalah tua tentang ilmu kimia dari Zosimos, Panopolis yang ditulis dalam bahasa Yunani, yang hingga pada tahun 1995, secara salah dan tidak sengaja dikaitkan kepada kimiawan yang tak dikenal. Dan ketidakkonsekwenan dalam penyalinan huruf per abjad dan penulisan namanya ke bahasa Arab.
Pada tahun 1112 M, ia juga menyusun sebuah buku yang berjudul: Kitab Haqa'iq al-Istishhad, sebuah sanggahan atau penolakan atas hal-hal ghaib dalam ilmu kimia oleh Ibnu Sina.
18. Ibnu al-Wafid
Ali ibnu al-Husain ibnu al-Wafid (997-1074 M), di Eropa dikenal sebagai Abenguefit, adalah seorang ahli farmakologi dan fisikawan dari Toledo. Dia merupakan pengikut dari Al-Mamun di Toledo. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Kitab al-Adwiya al-Mufrada, yang diterjemahkan dalam bahasa Latin sebagai De Medicamentis Simplicibus.
Pekerjaan Ibnu al-Wafid sebenarnya adalah sebagai ahli obat-obatan di Toledo, kemudian ia mempergunakan pengetahuannya mengenai teknik-teknik dan metode kimiawi untuk mengekstraksi setidaknya 520 jenis obat yang berbeda-beda dari berbagai jenis rumput dan tumbuh-tumbuhan.
Salah seorang muridnya yang bernama Ali ibnu al-Lukuh menjadi penulis terkenal, yang salah satu bukunya yang cukup penting adalah ‘Umdat al-’Abib fi Ma’rifat al-Nabat li kulli Labib (Botanical Dictionary) atau Kamus Botanik.
17. Al-Simawi
Abu al-Qasim Ahmad ibnu Muhammad al-Iraqi al-Simawi (wafat pada tahun 1260 M) adalah seorang kimiawan muslim yang berasal dari Baghdad, Irak. Dia melakukan banyak sekali eksperimen kimia, dan ia juga merupakan pengarang dari kitab terkenal: Kitab al-lm al-Muktasab fi Zirat al-Dhahab (The Book of Acquired Knowledge Concerning the Cultivation of Gold).
Kimiawan muslim lainnya yang bernama Al-Jildaki sangat terinspirasi oleh karya-karya Al-Simawi dan menulis banyak komentar dan berbagai referensi berkaitan dengan karya-karya Al-Simawi.
3. Al-Farazi
Al-Farazi (wafat pada tahun 790 M) adalah perintis alat astrolab planisferis yaitu mesin hitung analog pertama, sebagai alat bantu astronomi...
-
1. Mobil - Bensin = Pelari - .... A. Makanan B. Sepatu C. Kaos D. Lintasan 2. Dingin - Selimut = Hujan - .... A. Air B. Pa...
-
Muhammad ibnu Muhammad ibnu al-Hassan al-Tusi atau yang lebih dikenal dengan Nasir al-Din al-Tusi (1201-1274 M) adalah ilmuwan muslim berke...
-
Dr. Ahmed Hassan Zewail adalah seorang kimiawan berkebangsaan Mesir yang dikenal karena femtokimia. Ia lahir pada 26 Februari 1946, di Daman...



