Monday, November 30, 2020

16. Abu'l Hasan ibnu Arfa Ra'a


Abu'l Hasan ibnu Arfa Ra'a (wafat pada tahun 1197 M) merupakan seorang kimiawan muslim dan penulis dari buku berjudul The Golden Spangle (Shudur al-Dahab) atau “Kerlip-kerlip Keemasan”.


15. Al-Jawbari


Nama lengkapnya adalah 'Abd al-Rahman ibnu 'Umar Zain al-Din al-Dimashqi. Tokoh ini lahir di Jawbar dan secara umum dikenal sebagai Al-Jawbari (wafat pada tahun 1222 M). Ia adalah seorang penulis Arab yang terkenal karena tulisannya yang mencela ketakhyulan yang diciptakan oleh para kimiawan gadungan.

Al-Jawbari menulis kitab “Book of Selected Disclosure of Secrets” (Kitab al-Mukhtar fi Kashf al-Asrar) menyingkap kecurangan dan kelakar yang memperdayakan, yang dilakukan oleh dukun atau tukang obat keliling, dokter gadungan, kimiawan palsu, dan penjaja rente. Dalam bukunya itu, ia menuliskan orang-orang yang mengaku sebagai kimiawan yang mengetahui ratusan cara dalam membuat trik dan tipu muslihat.


14. Hasan al-Rammah



Hasan al-Rammah (wafat pada tahun 1295 M) adalah seorang insinyur dan kimiawan dari Suriah. Hasan al-Rammah lahir di Damaskus, Suriah dan merupakan kimiawan muslim pertama yang berhasil menciptakan dan merekayasa peledak modern. Hasan al-Rammah menuliskan 107 resep bubuk mesiu. Dia memperbaiki bubuk mesiu yang awalnya ditemukan di Cina itu. Dialah ilmuwan muslim pertama yang menemukan peledak yang lebih modern.


13. Abu Mansur Muwaffaq


Abu Mansur Muwaffaq berasal dari Herat (sekitar abad ke-10). Ia adalah seorang ahli farmasi dan kimiawan yang sangat berpengaruh. Abu Mansur Muwaffaq adalah penulis dari The Foundations of the True Properties of Remedies, disitu ia menuliskan tentang 585 jenis obat. Ketika tengah terjadi krisis air di wilayah sekitar lingkungannya, maka Abu Mansur Muwaffaq pun mempelajari sifat-sifat air dan juga mendeskripsikan penyulingan air laut untuk diubah menjadi air minum. Dan untuk itu, ia pun mengarungi dan melakukan penelitian di wilayah-wilayah di Laut Khwarezm, Laut Kaspi, dan Laut Arab. Semasa hidupnya, ia sangat terinspirasi oleh karya-karya Abu Rayhan al-Biruni, terutama dalam bidang kimia dan farmakologi.


12. Mansur al-Kamili

Mansur ibnu Bara adh-Dhahabi al-Kamili (wafat pada tahun 1236 M) adalah seorang muslim ahli metallurgi, kimiawan, dan sosiolog dari Mesir, pada zaman pertengahan. Karya-karyanya antara lain adalah: “Chemical aspects of medieval minting in Egypt” (Kashf al-Asrar al-Cilmiya Bidar al-Darb al-Misriya).


11. Ibnu al-Rassam

Ibnu al-Rassam adalah seorang kimiawan muslim dan juga seorang desainer mosaic yang terkemuka pada masa dinasti Mamluk Bahri (1250-1382 M) di Mesir. Ibnu al-Rassam dikenal luas karena menemukan teknik tentang cara mendapatkan tembaga dari berbagai jenis malachite, ia juga menemukan indigo dengan memanaskan berbagai zat. Selain itu ia juga dikenal sebagai salah seorang sahabat dari kimiawan Abul Ashba ibnu Tammam (wafat pada tahun 1361 M).

10. Izz al-Din Aydamir al-Jaldaki

Izz al-Din Aydamir al-Jaldaki yang juga dikenal sebagai Al-Jildaki adalah seorang kimiawan Persia dari wilayah Khorasan, dia terpaksa meninggalkan tanah airnya karena invasi kerajaan Mongol. Al-Jildaki merupakan salah satu dari sekian banyak ahli kimia muslim pada abad pertengahan, dia adalah penulis dari sejumlah buku ilmiah, seperti Al-Misbah fi Ilm al-Miftah (Key of the Sciences of Lights) dan risalah kimia: The Proof Regarding Secrets of the Science of the Balance (Kitab al-Burhan fi Asrar 'Ilm al-Mizan). 

Al-Jildaki lahir di Jaldak, sebuah wilayah di Khorasan sekitar 15 kilometer dari Mashhad, Iran. Dalam tulisan-tulisannya, ia menyatakan bahwa dirinya telah menghabiskan 17 tahun berkelana melewati Iraq, Anatolia, Yaman, Afrika Utara, dan Suriah, hingga pada akhirnya menetap di Mesir dimana ia menyusun banyak risalah. 

Ia adalah seorang penulis yang cukup produktif di bidang ilmu kimia, yang sekarang dimiliki oleh United States National Library of Medicine. Risalah-risalahnya yang mencerminkan ketertarikan yang lebih luas dari sekedar ilmu kimia, melestarikan kutipan-kutipan luas dari penulis-penulis sebelumnya. Izz al-Din Aydamir al-Jaldaki wafat di Kairo, Mesir pada tahun 1342 M. 

3. Al-Farazi

Al-Farazi (wafat pada tahun 790 M) adalah perintis alat astrolab planisferis yaitu mesin hitung analog pertama, sebagai alat bantu astronomi...